Wednesday, July 3, 2013

Mungkin Berubah

    Para penjaja cinta merajalela menjadi kan ladang kehidupan para wanita yang haus akan kehidupan yang sangat jauh di ambang mimpinya. INDONESIA negeri yang sangat taat pada dharma sekarang berubah menjadi jadi dengan nilai yanga amat sukar di telaah dengan adab budaya yang dulunya sangat indah yang dulu sangat menghoramti akan tata asusila,sekarang berubah menjadi ladang para pemuja cinta dunia,pemuja para hidung yang sangat belang. 
    Jika kita berkaca kepada kehidupan lampau kita pasti miris mengapa sekarang kita menjadi budaya yang sangat GAUL dimana mengauli orang yang belum dalam lingkaran agama pun diperbolehkan. Kita berkaca pada salah satu kota di sebelah timur pulau jawa. Ya pasti tau, para wanita memajang dirinya untuk para pemuas nafsu belaka demi menyambung hidupnya.Semua orang saling melempar tangan jika ini diperbincangan malah seakan akan menjadikan aset bagi daerah mereka menjadikan pemberantas kemiskinan dalam masyarakatnya. Apakah rakyat harus menelan pil yang bisa menjadikan mereka nanti seperti abu di taburkan apakah para penguasa agama peduli terhadapnya. Hmmm Penguasa Agama pun malah ikut ikutan menikmati jalan.

(Gagagasan yang kurang ilmu.)

"AYAH"


Nada datarmu mengandung arti dimana sebuah rencana tak berjalan sesuai keinginan hati. Kata katamu yang keras menjadikan motivasi dalam diri dalam menjalani kehidupan yang tak sesuai mimpi. Kemarahanmu adalah sebuah intropeksi diri bahwa hidup harus di jalani miskipun terjatuh dalam sebuah keterpurukkan. Nasehatmu adalah jalan dimana aku harus melalui sebuah ujian memantapkan hati. Kata katamu yang lucu menjadikan penghibur diri dalam menjalani semua kehidupan.

Ya "AYAH" kau didik manusia kecil ini menjadi orang... kau bangga banggakan kepada semua tapi tak sesuai harapan... Kau didik jiwa ini agar menjadi arti tapi hanya pilu yang kau dapat selama ini. Tapi kau selalu memotivasi jiwa ini agar selaluu menjadi arti kau gantungan harapan yang sangat besar pada manusia kecil ini meskipun nanti hanya menjadi rasa kecewa bagimu.
AYAH kita jalani hidup terpuruk tanpa nasi. tapi kau bilang besok pasti ada rejeki. Semangat dan harapanmu yang sangat besar menjadikan sekarang seperti ini. Mimpimu yang tak pernah terwujud tapi tetap selalu kau gantungan dalam dirimu.